PETUALANGAN INTELEKTUAL SEORANG TOPER SEJATI: PERPISAHAN FRATER YANG MENGUBAH WAJAH SMKS KATOLIK BINA KARYA LARANTUKA

Masih lekat dalam ingatan, coretan-coretan penuh optimisme yang pernah saya tuangkan tentang seorang frater top. “Toper sekelas top,” begitulah saya menjulukinya. Dan hari ini, optimisme itu terbukti nyata. Hari ini, suasana haru dan bangga menyelimuti SMKS Katolik Bina Karya Larantuka. Kami semua berkumpul untuk melepas kepergian Frater Eduardus Surianto, SVD, S.Fil., sosok pembawa perubahan yang telah menyelesaikan masa Orientasi Pastoral atau Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama satu tahun penuh.

Satu tahun. Rentang waktu yang terasa singkat bagi mereka yang terbiasa bersantai, namun bagi Frater, ini adalah sebuah “Petualangan Intelektual Masa Kini”. Dampak yang ditorehkan di SMKS Katolik Bina Karya Larantuka begitu mendalam. Beliau bukan sekadar menjalani TOP sebagai kewajiban formalitas. Baginya, TOP adalah medan bakti untuk meruntuhkan sekat-sekat ketertinggalan dan menyalakan api perubahan.

Datang dengan bekal pengalaman studi yang matang dari Ledalero, Frater Edu Surianto, SVD membawa sebuah gerakan baru atau sebuah era baru bagi sekolah kami. Di tengah derasnya arus zaman, ia hadir sebagai sosok pemberani yang solid. Ia menuntun banyak orang untuk memulai hidup baru dengan menjembatani dunia pendidikan kami untuk mengenal, menguasai, dan memanfaatkan teknologi era baru pada zaman ini. Berkat terobosan-terobosan cerdasnya, wajah SMKS Katolik Bina Karya Larantuka kini selangkah lebih maju.

Namun, di balik kecemerlangan intelektual dan keberaniannya yang solid, hal paling berkesan dari sosok Frater adalah prinsip hidup yang selalu ia tunjukkan. Ia adalah calon pemimpin masa depan yang memegang teguh filosofi mendalam: “Saya menjadi kecil, sehingga kamu menjadi besar.” Sebuah kepemimpinan yang melayani, yang tidak mencari panggung untuk diri sendiri, melainkan merendahkan hati agar orang-orang yang dilayaninya bisa bertumbuh dan meraih kesuksesan.

Kini, masa tugasnya telah usai. Sang petualang harus kembali ke Ledalero untuk melanjutkan kembali studi teologinya demi menyongsong tahbisan suci. Selamat jalan, Frater! Kami semua berdoa agar Frater tetap teguh, kokoh pada prinsip, dan setia menjalankan panggilan suci sebagai seorang biarawan di Serikat Sabda Allah (SVD). Semoga kelak Engkau menjadi seorang imam Katolik yang bijak, yang senantiasa membawa damai di tengah komunitas dan umat.

 Pesan Penulis:

“Kehadiranmu selama satu tahun telah menorehkan tinta emas di lembaran sejarah sekolah ini. Terima kasih telah menjadi mentor, sahabat, dan inspirator bagi kami semua. Selamat kembali ke Ledalero untuk melanjutkan petualangan suci ini. Doa kami menyertaimu agar kelak menjadi gembala yang berhati hamba.”

Penulis: HHd Silva

Civitas Academika SMKS Katolik Bina Karya Larantuka