Retret Kelas XII SMK Swasta Katolik Bina Karya Larantuka: “Membongkar Atap” sebagai Jalan Pembaruan Diri


Larantuka – news.binakaryalarantuka.sch.id || SMK Swasta Katolik Bina Karya Larantuka menyelenggarakan kegiatan retret bagi siswa kelas XII yang berlangsung pada tanggal 26–29 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Retret Biara Pasionis Nilo-Maumere, sebuah tempat yang dikenal sebagai pusat pembinaan rohani yang tenang dan mendukung untuk refleksi diri. Retret ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dari empat jurusan, yakni Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Selain para siswa, kegiatan ini juga diikuti oleh guru-guru pendamping dari masing-masing jurusan yang bekerja sama dengan tim pastoral sekolah, yaitu Fr. Edu, SVD dan Ibu Ida.

Tema retret yang diangkat adalah “Membongkar Atap”, yang dibawakan oleh P. Fredi Sebo, SVD. Tema ini terinspirasi dari kisah dalam Injil Markus 2:1–12, yang menceritakan tentang iman orang-orang yang berusaha membawa seorang lumpuh kepada Yesus. Melalui kisah ini, para peserta diajak untuk merenungkan makna iman, keberanian, serta usaha dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Dalam sesi-sesi yang berlangsung selama retret, para siswa diajak untuk semakin mengenal diri sendiri, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta membangun sikap tanggung jawab sebagai pribadi yang akan segera menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para siswa untuk berhenti sejenak dari rutinitas belajar dan memberikan ruang bagi refleksi batin.

P. Fredi Sebo, SVD, dalam materinya menekankan pentingnya keberanian untuk “membongkar atap” dalam kehidupan, yang dimaknai sebagai usaha untuk membuka diri, melepaskan beban, serta memperbaiki relasi dengan sesama dan Tuhan. Ia juga mengajak para peserta untuk tidak takut menghadapi masa depan, melainkan menjalaninya dengan iman yang kuat dan sikap optimis.

Selama kegiatan berlangsung, suasana retret berjalan dengan penuh khidmat dan tertib. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama, renungan, sharing, hingga kegiatan refleksi pribadi dengan penuh antusias. Momen kebersamaan dalam kegiatan retret ini terbukti mampu mempererat tali persaudaraan, baik di antara sesama siswa maupun antara siswa dengan guru pendamping.

Stefanus Basa Wungsili, salah satu peserta retret jurusan TKJ, mengungkapkan bahwa kegiatan retret ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa lebih tenang, mampu memahami dirinya dengan lebih baik, serta termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Hal serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya bahwa materi retret yang dibawakan oleh P. Fredi Sebo, SVD sungguh memberi semangat dan motifasi bagi pendidikan mereka selanjutnya. Pak Subandi, guru pendamping retret, juga memberi tanggapan yang sama bahwa materi yang dibawakan oleh P. Fredi Sebo, SVD sungguh meninggalkan kesan mendalam bagi peserta retret, suntikan energi serta motivasi baru sangat membantu para siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Secara keseluruhan, kegiatan retret ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat mentalitas siswa. Dengan semangat dan motivasi baru yang telah ditanamkan selama retret, diharapkan para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta lebih siap dalam menempuh perjalanan akademik mereka selanjutnya.


Br. Pius Ledo, SVD, S.Pd., Kepala SMKS Swasta Katolik Bina Karya Larantuka, memberikan apresiasi mendalam terhadap antusiasme para siswa dalam mengikuti setiap dinamika retret. Beliau berharap agar nilai-nilai disiplin dan refleksi diri yang diperoleh selama retret dapat diimplementasikan dalam lingkungan sekolah, guna mewujudkan visi sekolah dalam mencetak pribadi yang beriman, berkarakter dan berintegritas. *Fr. ES*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *